Now without

Jalan belum sebenderang sebelum aku menunggunya di bangku taman…
Menggandeng dedaunan yang kutanya apa tujuan,,,
Menyentuh akar-akar yang luruh dihempaskan,,,dan,,,
Membuai serbuk-serbuk yang tak sempat berterbangan…
Setahuku,,,
Ketika melenguh suaraku dan sesak terdengar bahwa,,,
aku adalah intonasi tanpa definisi dari sepercik hatinya…
aku adalah sensasi yang bersandar di alir nadinya…
dan,,,
aku adalah pengagum yang penuh halusinasi…
yang inginkan obsesi tanpa memandang diri…
benar-salah, hitam-putih yang disalahi…

(dari sebuah refleksi)


Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s